aku sudah lama mati
menghidupkanku
hanya akan jadi lakon horrible
dan bagi yang telah lama mati
tak ada ketakutan
selain hidup kembali
Makassar, September 2008
Tampilkan postingan dengan label entah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entah. Tampilkan semua postingan
23 September 2008
1 musim 1 cerita
dalam terang
aku tak berani senyum
aku takut kelam marah
melihatku berselingkuh
dengan matahari
dalam sunyi aku takut berbisik
kudengar semalam
keramaian mengintaiku dengan tatapan makar
biarlah aku terapung di sela-sela
belukar harapan
karena duri -pun jika diasah
ampuh menjebol kuasa yang perawan
satu musim
satu cerita
Makassar, September 2008
aku tak berani senyum
aku takut kelam marah
melihatku berselingkuh
dengan matahari
dalam sunyi aku takut berbisik
kudengar semalam
keramaian mengintaiku dengan tatapan makar
biarlah aku terapung di sela-sela
belukar harapan
karena duri -pun jika diasah
ampuh menjebol kuasa yang perawan
satu musim
satu cerita
Makassar, September 2008
Label:
entah,
puisi-kah?
Promotheus
menapaki tangga-tangga langit
tak kutemukan namamu
di buku tamu
seperti pelangi
keindahan adalah akhir kisah-mu
kaukah bocah yang didustakan itu?
Makassar, September 2008
tak kutemukan namamu
di buku tamu
seperti pelangi
keindahan adalah akhir kisah-mu
kaukah bocah yang didustakan itu?
Makassar, September 2008
Label:
entah,
puisi-kah?
.......
rintihan dan tangisan harus disembunyikan
sebab di wajah bumi
pemelasan tidak pernah mendapat tempat
hanya sangsakala satria yang mendapat tempat
hanya sangsakala satria yang mampu
mengubah wajah dunia.
Apa kabar hari ini sahabat..
(anonim)
sebab di wajah bumi
pemelasan tidak pernah mendapat tempat
hanya sangsakala satria yang mendapat tempat
hanya sangsakala satria yang mampu
mengubah wajah dunia.
Apa kabar hari ini sahabat..
(anonim)
Label:
entah,
puisi-kah?
08 September 2008
me-latah
ayo kita sama belajar gila
sebelum bermimpi
meraba tanda zaman
dengan bisikan mesra di kuping rerumput kering
pada kumpulan prihatin
yang melata di ujung mata
ayo kita sama melata
mengendusi watak reptil
dengan bisikan gairah kebaruan
pada perjalanan tanpa akhir
ayo makhluk gila yang melata dan dihinakan langit
bersatulah menghapus dosa
karena esok milik siapa saja
termasuk kita
yang belajar gila
dan melata
sebelum bermimpi
meraba tanda zaman
dengan bisikan mesra di kuping rerumput kering
pada kumpulan prihatin
yang melata di ujung mata
ayo kita sama melata
mengendusi watak reptil
dengan bisikan gairah kebaruan
pada perjalanan tanpa akhir
ayo makhluk gila yang melata dan dihinakan langit
bersatulah menghapus dosa
karena esok milik siapa saja
termasuk kita
yang belajar gila
dan melata
Label:
entah,
puisi-kah?
Langganan:
Postingan (Atom)