darah...
darah dan airmata
sudah habis kutumpahkan
di penyesalam yang kemarin
dan sekarang...
sekarang jika engkau ingin melihat
wajah-wajah ketakutan berderai airmata
takkan lagi bisa kau saksikan
dari wajahku
pun dari wajah rakyatku
yang selama ini kau hantui setelah kau tindas
detik ini, gelombang kesadaran
dan roh nabi-nabi telah merasuki
tulang dada kami
tembok baja sekalipun akan kami tabrak
bahkan kematian akan kami lawan
darah..
nyawa...
darah dan nyawa ini bukanlah milik kami
juga bukan milik kalian
ini titipan Ilahi-Maha Pemilik
dan jika engkau masih saja jadi duri
penghalang gelombang kesadaran ini
akan kusiapkan diriku
akan kami siapkan barisan perlawanan
yang tak kenal mundur biar sejengkal
hari ini kami berkata tidak untuk penindasa
itu berarti esok kami siap dibekali
kafan
15 April 2003
(dibacakan ke-2 kalinya di rektorat Unhas, saat "preman" mulai meng-gertak)
23 September 2008
kata mati
aku sudah lama mati
menghidupkanku
hanya akan jadi lakon horrible
dan bagi yang telah lama mati
tak ada ketakutan
selain hidup kembali
Makassar, September 2008
menghidupkanku
hanya akan jadi lakon horrible
dan bagi yang telah lama mati
tak ada ketakutan
selain hidup kembali
Makassar, September 2008
Label:
entah,
puisi-kah?
1 musim 1 cerita
dalam terang
aku tak berani senyum
aku takut kelam marah
melihatku berselingkuh
dengan matahari
dalam sunyi aku takut berbisik
kudengar semalam
keramaian mengintaiku dengan tatapan makar
biarlah aku terapung di sela-sela
belukar harapan
karena duri -pun jika diasah
ampuh menjebol kuasa yang perawan
satu musim
satu cerita
Makassar, September 2008
aku tak berani senyum
aku takut kelam marah
melihatku berselingkuh
dengan matahari
dalam sunyi aku takut berbisik
kudengar semalam
keramaian mengintaiku dengan tatapan makar
biarlah aku terapung di sela-sela
belukar harapan
karena duri -pun jika diasah
ampuh menjebol kuasa yang perawan
satu musim
satu cerita
Makassar, September 2008
Label:
entah,
puisi-kah?
Promotheus
menapaki tangga-tangga langit
tak kutemukan namamu
di buku tamu
seperti pelangi
keindahan adalah akhir kisah-mu
kaukah bocah yang didustakan itu?
Makassar, September 2008
tak kutemukan namamu
di buku tamu
seperti pelangi
keindahan adalah akhir kisah-mu
kaukah bocah yang didustakan itu?
Makassar, September 2008
Label:
entah,
puisi-kah?
Langganan:
Postingan (Atom)